Wednesday, January 18, 2012

Berpikir itu sebelum bertindak

Berpikir, berbicara dan bertindak seringkali dianggap sebagai suatu kesatuan yang mewakili gambaran diri seseorang. orang yang terlalu banyak berpikir tanpa melakukan sebuah tindakan atau eksekusi bisa dikatakan seseorang yang mandul. ibarat sebuah pohon dia adalah pohon yang kokoh namun sama sekali tidak berbuah. sebaliknya orang yang hanya bertindak dan banyak bicara tanpa berpikir akan dianggap sebagai seorang pembual.
Sebuah kata bijak yang patut kita teladani "berpikirlah sebelum bertindak" memang seakan relevan bagi pemikiran sebagian orang. namun ketika kita terlalu banyak berpikir tanpa melakukan suatu tindakan bisa dikatakan "sama aja bo`ong". semuanya memiliki proporsi masing-masing. berapa proporsi
seimbang dari tindakan, perkataan, dan pemikiran tadi hanyalah kita yang tau, namun jelas dengan penyesuaian di berbagai kondisi. kita harus pandai menganalogikan semua kejadian disekitar kita sehingga didapatkan sebuah gagasan spontan yang terkesan cepat namun bijaksana.
Semakin banyak kita bergaul dengan seseorang, maka akan semakin bijak kita dalam menempatkan diri. begitu pula dengan penyelarasan antara pemikiran tindakan dan perkataan. kalau kata om bob sadino, salah satu ikon enterpreneur di negeri ini, kosongkan gelassebelum diisi dengan air. apa maksudnya? maksudnya adlah ketika kita berhadapan dengan seseorang, posisikan diri kita menjadi seseorang yang siap diisi dengan berbagai macam ilmu. dengan menjadikan diri sebagai "gelas yang kosong" kita akan mampu menyerap ilmu sebanyak yang kita mau. seseorang yang menjadi pengisi ilmu bagi kitapun akan merasa dihargai dan dengan sukarela memberikan pengalaman hidupnya sebagai pengisi perbendaharan ilmu bagi kita.
Semakin penuhnya perbendaharaan ilmu yang kita dapat tentu secara otomatis akan menjadi sebuah pegangan yang secara tidak langsung akan membentuk pola hidup kita sehari-hari. semakin banyak pengalaman yang kita peroleh akan menjadikan kedewasaan berpikir dan bertindak. ingat sebuah kata bijak "seseorang dikatakan dewasa bukan karena umurnya, tapi seberapa besar pengalaman yang telah ia lalui".


No comments:

Post a Comment

Post a Comment